Update Transformasi Iklan Negara Taiwan

, , Leave a comment

Negara Taiwan Sudah Memiliki Kreatifitas Tanpa Batas, Perubahan Iklan dan Media Promosi Setiap Musim Juga Selalu Berubah Setiap Musimnya Mengikuti Trend Yang Ada. Pernah ditawari brosur iklan produk di tempat keramaian? Apakah kamu baca dan simpan? Biasanya berakhir di tong sampah.

Di Taiwan, bagi brosur (發傳單 fa chuandan) di keramaian sudah mulai ditinggalkan sejak belasan tahun silam. Anda mungkin pernah menjumpai 1 orang yang sedang membagi sesuatu di keramaian Taiwan, bisa jadi orang ini sedang bagi kipas gratis. Kipas lebih berguna ketimbang selembar kertas (brosur). Desain kipasnya juga bagus, bentuk bulat dengan warna mencolok dan tak lupa ada iklan produk/jasanya. Belakangan banyak yang melakukan hal serupa. Ternyata di Jepang dan Korea juga sering melakukannya.

Update Transformasi Iklan Negara Taiwan

Bagi brosur dengan pakaian seksi lebih berpeluang “sukses” daripada pakaian normal. Kipas untuk mengusir keringat ini biasanya dibagi saat musim panas. Ternyata orang-orang mengiklankan produk tidak hanya lewat kipas yang ongkosnya cukup tinggi. Musim panas banyak orang berkeringat (orang Taiwan jarang main ke mall yang ber-AC, mereka lebih banyak berjalan di jalanan yang aman). Pebisnis mulai memikirkan media lain untuk iklan yang “akan disimpan lama”. Kreativitas baru pun muncul. Tissue bungkusan yang biasa disimpan di tas cewek pun digunakan sebagai iklan produk mereka. Sangat kreatif. Tissue di Taiwan memegang peranan vital. Di Taiwan, orang-orang buang air besar tidak cebok dengan air (karena toilet Taiwan tidak ada selang air untuk cebok), tapi mengelap dengan tissue.

Jelang musim dingin, saya pikir tidak akan ada lagi orang yang membagi kipas iklan dan tissue iklan. Lagi-lagi saya melihat hal baru, lip gloss iklan! Saat musim dingin, tak peduli perempuan atau laki-laki, bibir manusia akan kering dan bisa berdarah. Itulah fungsi lip gloss, yang mungkin tidak banyak digunakan di negara kita. Laki-laki di Taiwan banyak yang menggunakan lip gloss setiap hari.

Kreatif dan tak ingin kalah dari bangsa lain. Itulah karakter orang Taiwan. Tak heran, walau mereka hanya sebesar propinsi Jawa Barat dan tidak memiliki pertambangan yang berlimpah, tapi mereka sudah punya kereta peluru (shinkansen) sejak belasan tahun silam, IT dan teknologi pertanian kelas dunia, jaringan jalan tol dan listrik yang tersambung seluruh negeri, serta gedung tertinggi 10 besar dunia. Coba dengar obrolan antar-orang Taiwan sehari-hari di mana pun, mereka sering mengatakan, “我們台灣… Women Taiwan…” (artinya: Kita orang Taiwan…), mereka selalu berbicara dalam posisi mereka dan orang negara lain. Sudah bukan antar suku Khek, Konghu, atau Hokkien lagi. Agama? Sama seperti ras kuning lainnya di Asia Timur, mereka lebih getol pergi kerja daripada bicara agama.

 

Leave a Reply