Mengenal Negara Taiwan Lebih Dekat

, , Leave a comment

Mengenal Negara Taiwan Lebih Dekat, Taiwan Merupakan Sebuah Negara Yang Di Kenal dengan Nama Formosa Island, Merupakan Negara Yang Terletak di Timur Asia, Negara Yang Ramah Dengan Penduduknya.

Taiwan dikenal sebagai “The Beautiful Formosa”, sebuah pulau di Asia Timur dengan luasan 160 kilometer terbentang dari pantai tenggara Cina Daratan. Pegunungan yang luas dan subur di sebelah timur, garis pantai cukup lurus dan beberapa pelabuhan dengan nuansa alami, sungai pendek yang terkelola untuk pembangkit listrik.

Mengenal Negara Taiwan Lebih Dekat

Taiwan dahulu dihuni oleh suku pribumi keturunan Malaya ketika orang Cina dari wilayah yang sekarang disebut sebagai Fukien dan Kwangtung mulai menetap di abad ke-7. Mereka menjadi penghuni mayoritas di wilayah tersebut. Taiwan menjadi wilayah yang tetap diklaim merupakan bagian dari wilayah Republik Rakyat Cina, namun pemerintah Taiwan mendapat dukungan dari pelbagai negara di PBB untuk tetap dinyatakan merdeka dan berdaulat.

Penduduk Taiwan

Ketika menyebut nama negara yang satu ini, secara otomatis yang terbayangkan dibenak saya terlebih dahulu adalah masyarakatnya yang unik dan sangat bersahabat. Penduduk Taiwan melampaui 22.560.000 jiwa pada Agustus 2003. Kota Kaohsiung di selatan adalah wilayah paling padat penduduk, diikuti Taipei di utara, dan Taichung di Taiwan tengah. Hampir 70 prosen dari populasi penduduk Taiwan terkonsentrasi di daerah metropolitan. Pada Desember 2002, Taipei Keelung menjadi sebuah wilayah metropolitan yang dihuni 6.580.000 penduduk atau 42,42 prosen dari total penduduk perkotaan Taiwan.

Walaupun gaya hidup masyarakat Taiwan sangat identik dengan budaya barat, dimana hampir semua anak muda di Taiwan identik dengan fashion ala Amerika, namun mereka masih tetap mencintai dan mempertahankan ciri khas dan sifat ramah mereka. Hal inilah yang membuat masyarakat Taiwan berbeda dengan kebanyakan masyarakat di negara-negara barat yang cenderung lebih cuek dan individual. Masyarakat Taiwan juga sangat mencintai negara dan semua produk dalam negerinya. Mereka lebih memilih untuk mengkonsumsi dan menggunakan produk dalam negerinya walaupun harus membayar dengan harga lebih mahal dari produk impor. Oleh karena rasa cintanya terhadap Taiwan, mereka juga selalu berusaha membuat para pendatang merasa nyaman ketika berkunjung ke negaranya agar citra negaranya tetap baik dimata para pendatang.

Selama beberapa dekade terakhir, usia rata-rata penduduk Taiwan telah meningkat sebesar 1,8 prosen. Pada akhir 2002, jumlah dengan usia di atas 65 tahun melebihi 9 prosen dari total populasi. Data tersebut sekaligus menunjukkan gejala peningkatan jumlah lansia diperkirakan akan terus berlanjut.

Dengan pengecualian lebih dari 433.524 jiwa masyarakat adat pada 2002, populasi Taiwan terdiri hampir seluruhnya dari imigran Cina Han yang terbagi dalam dua kelompok. Kelompok Hakka, kebanyakan berasal dari Provinsi Guangdong. Kelompok Fujianese, berasal dari provinsi tenggara pesisir China Fujian. Kedua kelompok tersebut terdiri dari sekitar 85 prosen dari penduduk Han.

Kelompok tersebutlah yang kemudian disebut sebagai “China daratan,” dan menyumbang kurang dari 15 prosen dari populasi Han. Perkawinan antara semua empat kelompok masyarakat (masyarakat adat, Hakka, Fujianese, dan China daratan) umum terjadi di antara masyarakat Taiwan. Sehingga perbedaan karakteristik antara empat kelompok tersebut semakin hari semakin kecil. Saat ini terdapat 11 kelompok pribumi utama di Taiwan: Atayal, Saisiyat, Bunun, Tsou, Thao, Paiwan, Rukai, Puyuma, Amis, Yami, dan Kavalan. Secara kolektif, mereka berjumlah kurang dari 2 prosen dari total penduduk Taiwan.

Budaya dan gaya hidup masyarakat adat Taiwan terus berubah sebagai keturunan penduduk asli Taiwan. Mereka juga menyesuaikan diri dengan modernisasi yang berlangsung cepat. Orang muda meninggalkan pekerjaan tradisional, seperti pertanian, berburu, dan memancing, untuk pekerjaan di kota-kota. Bahasa pribumi masih diucapkan di Taiwan, tetapi jumlah penutur aslinya terus menipis dengan cepat, di mana generasi yang lebih muda biasanya tidak fasih dalam bahasa leluhur mereka sendiri karena mereka berbahasa Mandarin atau Minnanese.

Untuk mengatasi masalah tersebut dan guna melestarikan warisan budaya masyarakat adat Taiwan, Dewan Masyarakat Adat di bawah Eksekutif Yuan didirikan pada 10 Desember 1996. Dewan Masyarakat Adat berkoordinasi dengan instansi pemerintah untuk mengawasi program-program kesejahteraan sosial, seperti perawatan medis, pelatihan kejuruan, jasa hukum, dan pengembangan masyarakat–untuk masyarakat adat Taiwan dan bekerja pada pembangunan ekonomi yang komprehensif.

Bahasa di Taiwan

Bahasa dan dialek yang diucapkan di Taiwan memiliki asal-usul mereka di Austronesia dan sistem bahasa Han. Bahasa-bahasa Austronesia yang dituturkan oleh masyarakat adat Taiwan, sedangkan dialek Han yang paling umum seperti Minnase dan Hakka, digunakan oleh mereka yang nenek moyangnya berimigrasi dari China Fujian dan Provinsi Guangdong.

Pada 1949, setelah pemerintah ROC pindah ke Taiwan, Mandarin menjadi bahasa yang umum digunakan untuk komunikasi. Pada 1987, sebagai bahasa-bahasa asli mulai kembali tumbuh, gerakan dimulai dengan mengajar siswa bahasa ibu untuk melestarikan bahasa dan dialek dari kelompok etnis. Departemen Pendidikan Taiwan juga menyusun sebuah peraturan bahasa yang bertujuan untuk melestarikan 14 bahasa besar dan dialek yang digunakan di Taiwan.

Pada tahun 1945, setelah akhir Perang Dunia II, bahasa Tionghoa Standar (“Mandarin”) diperkenalkan sebagai bahasa resmi dan diwajibkan di sekolah-sekolah. (Sebelum tahun 1945, bahasa Jepang adalah bahasa resmi dan diajarkan di sekolah-sekolah.) Sejak itu, bahasa Mandarin telah ditetapkan sebagai bahasa pergaulan di antara berbagai kelompok di Taiwan : mayoritas Taiwan – berbicara dengan bahasa Hoklo (Hokkian), orang Hakka yang memiliki bahasa percakapan mereka sendiri, orang Tiongkok daratan yang bahasa ibunya mungkin saja varian bahasa Tionghoa di Tiongkok daratan, dan penduduk asli Taiwan yang berbicara dengan bahasa penduduk asli. Bahasa Mandarin Taiwan (seperti halnya Singlish dan berbagai situasi lainnya dari komunitas berbahasa kreol) diucapkan pada tingkat yang berbeda sesuai dengan kelas sosial dan situasi pembicara. Acara-acara resmi menghendaki tingkat bahasa yang paling standar dari Bahasa Tionghoa Standar (Guoyu), yang sedikit berbeda dengan Bahasa Tionghoa Standar (Putonghua) dari Republik Rakyat Tiongkok.

 

 

Leave a Reply